modul 1 sosiologi kelas XI

on Jumat, 29 Mei 2009



MODUL1


STRUKTUR SOSIAL


PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

  1. Bacalah standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, hal ini penting agar anda mengetahui tujuan mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar ini.
  2. Pelajarilah kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh.
  3. Tanyakan kepada guru anda apabila terdapat konsep yang belum bisa dipahami oleh anda.
  4. Kerjakan tugas kegiatan yang terdapat setiap kegiatan belajar yang anda pelajari. Cocokkan jawaban anda dalam modul ini atau tanyakan pada guru anda. Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % dari tugas kegiatan dapat anda kerjakan dengan benar maka lanjutkan lanjutkan materi pada kegiatan belajar beriktunya, tetapi jika belum maka materi tersebut diulangi lagi dan kerjakan soal tugas kegiatan kembali pada jawaban-jawaban yang belum betul sampai anda mampu menjawabnya.
  5. Bacalah ringkasan materi.
  6. Kerjakan uji kompetensi yang terdapat pada setiap kegiatan belajar dan cocokkan dengan kunci jawaban. Untuk mengetahui ketuntasan belajar anda hitunglah tingkat penguasaan materi anda dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Jumlah soal yang dijawab benar X 100

Jumlah seluruh soal

Jika hasilnya 80 persen atau lebih maka silahkan anda melanjutkan kegiatan belajar berikutnya, tetapi jika belum maka cobalah belajar lagi dan kerjakan pada jawaban yang salah.

  1. Selamat belajar !

1. Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial dan berbagai faktor penyebab konflik dan Mobilitas Sosial

2. Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk Struktur Sosial dalam fenomena kehidupan masyarakat

3. Indikator : - Mendeskripsikan pengertian Struktur Sosial

- Mendeskripsikan ciri-ciri dan unsur Struktur Sosial

- Mendeskripsikan faktor pembentuk ketidaksamaan sosial

PENGANTAR

Kalau Anda perhatikan dalam kehidupan di sekitar Anda, pasti Anda akan melihat adanya perbedaan-perbedaan sosial. Misalnya, Anda sering melihat adanya orang yang kaya, miskin, pejabat, juragan, buruh, pemulung, sarjana dan sebagainya. Bagaimana sikap masyarakat terhadap perbedaan ini? Ternyata adanya kenyataan perbedaan status, baik karena uang/harta, pangkat ataupun kedudukan ini sering kali menciptakan perbedaan penghargaan pula atau dengan kata lain akan melahirkan stratifikasi sosial.

Dan Anda pun pasti memahami bahwa dalam kelompok masyarakat tertentu, orang yang memiliki materi yang berlimpah lebih dihargai daripada orang yang memiliki materi sedikit, atau orang yang berpendidikan tinggi lebih dihargai daripada orang yang berpendidikan rendah. Atas dasar realitas tersebut, masyarakat kemudian dikelompokkan secara vertikal ke dalam lapisan-lapisan sosial tertentu yang bertingkat (hierarkhis) baik secara ekonomi, sosial dan politik. Konsep inilah yang disebut dengan stratifikasi sosial.

Anda juga pasti pernah melihat, bahwa dalam masyarakat di sekitar kita terdapat pula perbedaan sosial yang lain, baik agama, ras, suku, klen, pekerjaan maupun gender. Perbedaan ini tentunya tidak bisa Anda klasifikasikan secara hierarkhis/bertingkat seperti halnya stratifikasi sosial. Tidak ada bukti yang dapat menunjukkan bahwa golongan warna kulit tertentu lebih tinggi dari golongan warna kulit yang lain. Demikian juga, tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan bahwa agama yang satu lebih tinggi dari agama yang lainnya. Perbedaan seperti ini, dalam sosiologi lebih dikenal dengan istilah diferensiasi sosial. Diferensiasi dan stratifikasi sosial merupakan bagian dari struktur sosial.

Modul ini berisi tentang Struktur sosial. Dalam modul ini akan dibahas tentang struktur sosial dan faktor pembentuk ketidaksamaan sosial.

Dengan mempelajari modul ini Anda akan dapat menganalisis diferensiasi dan stratifikasi sosial sebagai bentuk dari struktur sosial yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Anda harus memahami konsep struktur sosial, serta faktor-faktor yang membentuk ketidaksamaan sosial.

Untuk memudahkan Anda dalam mempelajari materi tentang diferensiasi dan stratifikasi sosial dalam mata pelajaran ini, maka materi modul 1 ini disusun dalam (dua) kegiatan belajar yaitu sebagai berikut :

1. Struktur Sosial

2. Faktor Pembentuk Ketidaksamaan Sosial

Pada akhir kegiatan belajar disediakan soal-soal latihan atau tugas yang harus Anda kerjakan. Di bagian belakang modul ini disediakan kunci jawaban. Pergunakan kunci jawaban tersebut setelah Anda selesai mengerjakan latihan dan tugas Anda. Dengan demikian Anda dapat menilai atau mengukur kemajuan belajar Anda sendiri. Pelajari modul ini kegiatan demi kegiatan, sehingga seluruh kegiatan belajar Anda dapat Anda kuasai dengan baik dan benar.

Apabila Anda masih belum paham benar, bacalah berulang-ulang dengan lebih cermat, diskusikan dengan teman dan guru Anda, atau tanyakan kepada orang yang menguasai benar masalah itu, bisa pula dengan banyak membaca koran, majalah, dan sebagainya.

Selamat belajar, semoga sukses !



KEGIATAN BELAJAR 1


STRUKTUR SOSIAL


Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 1 ini Anda diharapkan dapat :

1. Menjelaskan pengertian Struktur Sosial

2. Menyebutkan unsur-unsur pembentuk Struktur Sosial

3. Menyebutkan ciri–ciri Struktur Sosial

4. Menjelaskan fungsi dan bentuk Struktur Sosial

5. Menjelaskan faktor pembentuk ketidaksamaan Struktur Sosial

1. URAIAN MATERI

A. Pengertian Struktur Sosial

Anda tentu mengetahui bahwa keadaan di muka bumi ini tidak ada yang sama. Hal ini disebabkan karena adanya keadaan fisiografis yang berbeda,.misalnya iklim, cuaca, jenis tanah, dan curah hujan yang dapat mengakibatkan jenis tumbuhan dan hewan, bahkan jenis ras manusia, kebudayaan maupun religinya. Perbedaan ras dan kebudayaan itu ada yang berada dalam tingkatan yang sama sebagai perwujudan dari kemajemukan masyarakat (diferensiasi sosial). Kondisi yang berbeda dalam masyarakat secara horisontal dinamakan diferensiasi sosial. Pada perkembangannya diferensiasi sosial dapat berubah menjadi stratifikasi sosial apabila perbedaan hak dan kewajiban digunakan sebagai tolok ukur untuk mendapatykan hak-hak istimewa (previlese) dalam hal kekuasaan, pendidikan dan kekuasan.

Anda tentunya sudah memahami, bahwa diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial merupakan bagian dari struktur sosial yang terdapat di dalam masyarakat.

Di bawah ini adalah beberapa definisi struktur sosial menurut para pakar sosiologi yaitu :

1. George Homans : Mengaitkan struktur sosial dengan perilaku sosial mendasar dalam hubungan sosial sehari-hari.

2. Talcott Parsons : Jika berbicara tentang struktur sosial, maka kita akan berbicara tentang keterkaitan antar institusi, bukan kesalingterkaitan antarmanusia.

3. Raymond Flirth : Struktur sosial adalah suatu pergaulan hidup manusia yang meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga tempat orang banyak tersebut ambil bagian.

4. Kornblum : Struktur sosial merupakan pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku yang berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.

5. Coleman : Struktur sosial ialah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok orang.

6. Soerjono Soekanto : Struktur sosial merupakan hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dengan peranan-peranan sosial.

7. E.R. Lanch : Menetapkan konsep tersebut pada cita-cita tentang distribusi kekuasaan diantara individu dan kelompok sosial.

8. Abdul Syani : Struktur sosial merupakan sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat.. Di dalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan sosial.

Dari definsi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa struktur sosial adalah sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku di dalam masyarakat. Atau dengan kata lain struktur sosial keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial.

B. Unsur-Unsur Pembentuk Struktur Sosial

Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh para ahli Sosiologi di atas, maka dapat kita dapat melihat bahwa struktur sosial mempunyai unsur-unsur pokok yang menjadi pembentuknya. Unsur-unsur pembentuk struktur sosial itu antara lain :

1. Status sosial

Status sosial merupakan posisi atau kedudukan seseorang dalam suatu kelompok. Menurut Ralph Linton, status diartikan sebagai a collection of right and duties atau suatu kumpulan hak dan kewajiban.

2. Peranan sosial

Menurut Ralph Linton, peranan sosial diartikan sebagai the dynamic aspect of a status atau aspek dinamis dari status yang dimiliki. Ini berhubungan dengan perilaku atau tindakan yang harus ditampilkan seseorang yang menduduki suatu posisi sosial.

3. Kelompok sosial

Kelompok sosial merupakan sejumlah individu yang berkumpul dalam suatu himpunan dan memiliki kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lainnya, emiliki norma, nilai dan harapan yangs sama.

4. Institusi / lembaga sosial

Institusi sosial merupakan pola terorganisir dari kepercayaan da perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial. Contoh institusi sosial adalah keluarga, pendididkan, agama, ekonomi dan politik.

C. Ciri – Ciri Struktur Sosial

Secara umum, struktur sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Bersifat abstrak

Struktur sosial bersifat abstrak, artinya tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba. Struktur sosial di sini merupakan kedudukan dari tingkatan yang tertinggi sampai tingkatan yang terendah, berfungsi sebagai saluran kekuasaan dan pengaturan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Misalnya dalam sebuah negara terdapat struktur organisasi pemerinatahan,, struktur ekonomi, struktur politik dan struktur sosial budaya. Apabila unsur-unsur tersebut digabungkan maka akan membentuk satu kesatuan bangunan abstrak suatu masyarakat.

2. Terdapat dimensi vertikal dan horisontal

Struktur sosial pada dimensi vertikal adalah hierarki status soaial dengan segala peranannya sehingga menjadi satu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. Misalnya dalam sebuah desa terdapat struktur

3. Sebagai landasan sebuah proses sosial suatu masyarakat

Artinya, proses sosial yang terjadi dalam suatu struktur sosial termasuk cepat lambatnya proses itu sendiri sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya. Contohnya, pada masyarakat yang memiliki bentuk struktur sosial yang kaku, maka proses akan sulit dilakukan, seperti pada masyarakat terpencil di pedalaman Borneo.

4. Merupakan bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat

Artinya struktur sosial yang dimiliki suatu masyarakat berfungsi untuk mengatur berbagai bentuk hubungan antarindividu di dalam masyarakat tersebut.

5. Struktur sosial selalu berkembang dan dapat berubah

Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian, yaitu dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris dalam proses perubahan dan perkembangan, serta dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian stabilitas, keteraturan dan integrasi sosial yang berkesinambungan, sebelum terancam proses ketidakpuasan dalam tubuh masyarakat.

2. RINGKASAN

1. Struktur sosial juga dapat diartikan sebagai jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah atau norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial.

2. Unsur-unsur pembentuk struktur sosial itu antara lain :

a. Status sosial

b. Peranan sosial

c. Kelompok sosial

d. Institusi / lembaga sosial





3
. TUGAS KEGIATAN 1

Di bawah ini dicantumkan latihan yang akan memantapkan penguasaan Anda mengenai uraian yang disampaikan sebelum ini, kerjakan latihan tersebut sesuai dengan apa yang telah Anda pelajari. Selamat berlatih !

1. Apa yang anda ketahui tentang struktur sosial, jelaskan jawaban Anda !

2. Jelaskan ciri-ciri struktur sosial ?

PETUNJUK JAWABAN TUGAS KEGIATAN 1

1. Struktur sosial adalah keseluruhan susunan status dan peran serta tata aturan yang mengatur interaksi antar status dan peranan yang berbeda-beda dari anggota masyarakat sehingga kebutuhan masyarakar dapat terpenuhi.. Coba anda baca kembali uraian tentang struktur sosial

2. Anda dapat mengulangi membaca tentang ciri-ciri struktur sosial !

4. SOAL LATIHAN 1

1. Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan yang lebih fundamental yang memberikan bentuk dasar pada masyarakat, yang memberikan batas-batas pada aksi-aksi yang mungkin dilakukan secara organisasi. Definisi ini dikemukakan oleh ......

a. Soerjono Soekanto

b. Raymond Flirth

c. Kornblum

d. E.R. Lanch

e. Selo Soemardjan

2. Dibawah ini manakah yang bukan merupakan unsur-unsur pokok struktur sosial .......

a. fungsi sosial

b. lapisan-lapisan sosial

c. lembaga-lembaga sosial

d. kaidah-kaidah atau norma-norma sosial

e. kelompok-kelompok sosial

3. Perhatikan pernyatan di bawah ini :

1. Mobilitas sosial

2. Proses sosial

3. Diferensiasi sosial

4. Disintegrasi sosial

5. Stratifikasi sosial

Dari pernyataan di atas bentuk dari struktur sosial dapat ditunjukkan nomor ....


a. 1 dan 2

b. 1 dan 3

c. 3 dan 5

d. 2 dan 5

e. 2 dan 4


4. Perbedaan antara pelapisan sosial dengan diferensiasi sosial adalah ....

a. pengelompokan masyarakat pada pelapisan sosial ditentukan secara vertikal atau hirarki, sedangkan diferensiasi sosial tidak

b. diferensiasi sosial tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pelapisan sosial.

c. diferensiasi sosial lebih sering menimbulkan konflik ketimbang pelapisan sosial

d. pelapisan sosial cenderung terdapat pada masyarakat tradisional.

e. diferensiasi sosial dan pelapisan sosial ditemukan pada setiap kehidupan masyarakat.

5. Manakah dari pernyataan-pernyataan berikut ini yang merupakan pernyataan yang salah .....

a. terjadinya diferensiasi sosial dalam kehidupan masyarakat lebih disebabkan oleh adanya perbedaan tingkatan atau hirarki

b. wujud dari pelapisan sosial dapat dilihat melalui sistem kasta pada masyarakat Bali

c. masyarakat majemuk terdiri atas berbagai unsur yang dapat membedakan anggota-anggotanya.

d. bentuk diferensiasi sosial dalam masyarakat bisa dilihat dari ciri ras, profesi dan klen

e. hierarki tidak ditemukan dalam konsep diferensiasi sosial.

EVALUASI HASIL PENILAIAN

Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Soal Latihan 1 yang terdapat pada bagian belakang modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda pada kegiatan belajar 1 ;

Rumus

Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar X 100 %

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :

90 % - 100 % = Baik sekali

80 % - 89 % = Baik

70 % - 79 % = Sedang

< style=""> = Kurang

Kalau tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas, Anda dapat melanjutkan dengan materi pada kegiatan belajar 2. Bagus ! tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulang materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.






FAKTOR PEMBENTUK KETIDAKSAMAAN SOSIAL



1. URAIAN MATERI

A. Fungsi Dan Bentuk Struktur Sosial

1. Fungsi Struktur Sosial

Berdasarkan ciri-ciri struktur sosial tersebut di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa struktur sosial memiliki fungsi sebagai berikut :

a. Sebagai dasar untuk menanamkan suatu disiplin sosial. Fungsi ini berkaitan engan aturan-aturan yang berasal dari suatu kelompok sosial, dimana setiap anggota kelompok diharapkan bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan-harapan kelompoknya.

b. Sebagai pengawas sosial, maksudnya struktur sosial berfungsi sebagai pembatas agar setiap anggota masyarakat berperiaku sesuai dengan norma dan nilai yang dianut.

c. Struktur sosial merupakan karakteristik yang khas yang dimiliki suatu masyarakat sehingga memberi warna berbeda dari masyarakat lain.

d. Sebagai alat distribusi hak istimewa yang objektif

e. Sistem pelapisan pada strata yang diciptakan menyangkut prestise dan penghargaan.

f. Kriteria sistem pertentangan

g. Penentu simbol status atau kedudukan

h. Tingkat kesulitan untuk bertukar kedudukan

i. Alat solidaritas di antara individu atau kelompok yang menduduki posisi sama

2. Bentuk Struktur Sosial

Bentuk struktur sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari beberapa sudut, diantaranya:

- dilihat dari sifatnya

a. Struktur sosial kaku, merupakan bentuk struktur sosial yang sulit untuk dirubah, misalnya sistem kasta, dimana status seseorang sudah ditentukan sejak lahir

b. Struktur sosial luwes, kebalikan dari struktur sosial kaku, setiap anggota masyarakat bebas bergerak malakukan perubahan. Terdapat pada masyarakat yang memiliki stratifikasi terbuka.

c. Struktur sosial formal, bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda dan lain-lain.

d. Struktur sosial informal, struktur sosial yang nyata ada dan berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Contohnya tokoh masyarakat (tokoh kunci dalam masyarakat) yang memiliki wibawa dan kharisma, disegani dan dipatuhi oleh anggota masyarakatnya, tetapi mereka tidak berada dalam suatu struktur yang formal.

- dilihat dari identitas keanggotaan masyarakatnya

a. Struktur sosial homogen

Struktur sosial yang memiliki latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakatnya, seperti kesamaan ras, suku bangsa, agama.

b. Struktur sosial heterogen

Struktur sosial yang ditandai oleh keragaman identitas anggota masyarakatnya. Struktur sosial ini memiliki latar belakang ras, suku bangsa dan agama yang berbeda dari para anggota masyarakatnya. Contohnya bangsa Indonesia terdiri dai berbagai suku bangsa, ras dan agama yang berbeda-beda.

- dilihat dari Ketidaksamaan sosial

a. Struktur sosial secara horisontal (diferensiasi sosial)

Merupakan struktur masyarakat dengan berbagai kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan suku bangsa, agama dan adat istiadat. Misalnya dalam Masyarakat Indonesia terdapat Suku Bangsa Batak, Jawa, Sunda, Dayak.

b. Struktur sosial secara vertikal (stratifikasi sosial)

Struktur sosial yang ditandai oleh kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan pelapisan sosial, baik lapisan atas maupun lapisan bawah yang dikenal dengan istilah stratifikasi sosial.

B. Faktor Pembentuk Ketidaksamaan Sosial

Sejak masyarakat terbentuk, kita dapat melihat perbedaan/ketidaksamaan sosial yang ada yang terdapat pada setiap individu maupun kelompok dalam masyarakat.

Tahukah Anda mengapa di dalam masyarakat terdapat ketidaksamaan sosial? Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan terbentuknya ketidaksamaan sosial? Berikut ini akan diuraikan tentang faktor-faktor pembentuk ketidaksamaan sosial. Simaklah dengan baik uraian di bawah ini :

1. Keadaan Geografis

Masyarakat dunia, khususnya Indonesia tidak hanya hidup di satu tempat saja, melainkan di berbagai tempat di belahan bumi. Daerah-daerah yang didiami tersebut memiliki kondisi yang berbeda-beda pula. Hal ini terbukti dengan adanya perbedaan iklim dan cuaca. Ditinjau dari wilayah Indonesia yang membentang dari barat ke timur dan sebagai negara kepulauan, terdapat perbedaan corak dan tradisi antar penduduk di Indonesia yang berasal dari daerah yang berbeda.

2. Perbedaan Ras

Perbedaan ras seperti yang ditunjukkan dari ciri-ciri fisik seseorang juga menyebabkan ketidaksamaan sosial di masyarakat. Sebagai contoh, dahulu di Afrika Selatan menganut politik apartheid, yaitu pembedaan kedudukan antara ras kulit putih dan kulit hitam.

3. Potensi diri

Masing-masing individu mempunyai potensi diri yang berbeda satu sama lainnya. Potensi diri seseorang dapat kita lihat dari profesi atau pekerjaannya, kekayaan, kegemaran.

4. Perbedaan budaya

Perbedaan ini menyangkut perbedaan keyakinan, ideologi, sistem nilai dan norma dalam kelompok masyarakat.

5. Latar belakang sosial

Faktor ini berkaitan dengan tingkat pendidikan, kekuasaan dan prestise.

2. RANGKUMAN

1. Ada 3 (tiga) faktor pembentuk ketidaksamaan sosial yaitu :

a. Keadaan geografis

b. Etnis

c. Teknologi

2. Bentuk struktur sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari beberapa sudut, diantaranya : Struktur sosial kaku, Struktur sosial luwes, Struktur sosial formal, Struktur sosial informal, Struktur sosial homogen, struktur sosial heterogen, struktur sosial secara horisontal (diferensiasi sosial), struktur sosial secara vertikal (stratifikasi sosial)

3. TUGAS KEGIATAN 2

Di bawah ini dicantumkan latihan yang akan memantapkan penguasaan Anda mengenai uraian yang disampaikan sebelum ini, kerjakan latihan tersebut sesuai dengan apa yang telah Anda pelajari. Selamat berlatih !

1. Jelaskan faktor pembentuk ketidaksamaan sosial ?

2. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, misalnya keeadaan geografis dan perbedaan budaya. Perbedaan keadaan geografis dapat mengakibatkan perbedaan budaya di setiap daerah. Coba anda sebutkan contoh kebudayaan suatu daerah yang dipengaruhi oleh keadaan geografis tertentu !

PETUNJUK JAWABAN TUGAS KEGIATAN 2

1. Anda dapat mengulangi membaca tentang faktor pembentuk ketidaksamaan sosial.

2. Tentu mudah menjawabnya, bukan ? Anda dapat membaca ulang materi tentang faktor pembentuk ketidaksamaan sosial

4. SOAL LATIHAN 2

1. Ketidaksamaan sosial yang termasuk dalam diferensiasi sosial adalah perbedaan ....

a. status, agama, ras, dan klan kelas,

b. status, agama, dan golongan

c. status, ras, kelas, dan peranan agama,

d. ras, klan, dan suku bangsa

e. status, peranan, kelas, dan ras

2. Suku bangsa, ras dan jenis kelamin merupakan diferensiasi sosial karena ....

a. disengaja

b. tentukan oleh manusia

c. pengaruh adat istiadat

d. setiap orang menjalankan peran yang berbeda

e. ketentuan dari Tuhan

3. Struktur sosial homogen ditandai oleh kesamaan identitas anggota masyarakatnya. Struktur sosial yang homogen memiliki latar belakang ras, suku bangsa maupun agama yang sama dari para anggotanya. Contohnya pada masyarakat ....

a. suku Badui c. suku Aga e. suku Batak

b. suku Naga d. suku Jawa

3 Diferensiasi fungsional adalah diferensiasi atas dasar .:..

a. perbedaan agama d. perbedaan suku bangsa

b. perbedaan pekerjaan e. perbedaan pelapisan sosial

c. perbedaan adat istiadat

4. Perbedaan latar belakang sosial dapat menghasilkan perbedaan-perbedaan, kecuali tingkat

a. pendidikan c. peranan e. kekuasaan

b. kekayaan d. prestise

5. Faktor-faktor pembentuk ketidaksamaan sosial di masyarakat adalah ....

a. Keadaan geografis, ras dan spesialisasi

b. Keadaan geografis dan spesialisasi

c. Keadaan grografis, spesialisasi dan teknologi

d. Spesialisasi, teknologi dan ras

e. Teknologi, ras dan keadaan geografis

EVALUASI HASIL PENILAIAN

Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Uji Kompetensi 2 yang terdapat pada bagian belakang modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar kemudian gunakan rumus dibawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda pada kegiatan belajar 2.

Rumus

Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar X 100 %

5

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :

90 % - 100 % = Baik sekali

80 % - 89 % = Baik

70 % - 79 % = Sedang

< style=""> = Kurang

Kalau tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas, Anda dapat menyelesaikan modul ini dengan baik.. Bagus ! Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulang materi kegiatan belajar 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.


DAFTAR PUSTAKA

Adwiana Hardiyati.2006, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI, Jakarta : PT. Widya Utama.

Dhohiri, Taufiq Rahman.2002. Panduan Belajar Sosiologi untuk Kelas 2 SMA, Jakarta : Yudhistira.

Maryati, K dan Suryawati. J.Sosiologi 1 untuk SMU Kelas 2, Jakarta : Esis.

Soekanto, Soerjono.1985. Kamus Sosiologi. Jakarta : CV. Rajawali.

Soekanto, Soerjono.1990. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Sunarto, Kamanto.1993. Pengantar Sosiologi, Jakarta, Jakarta : FE-UI.

0 komentar:

Posting Komentar