MODUL 2
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
- Bacalah standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai, hal ini penting agar anda mengetahui tujuan mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar ini.
- Pelajarilah kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh.
- Tanyakan kepada guru anda apabila terdapat konsep yang belum bisa dipahami oleh anda.
- Kerjakan tugas kegiatan yang terdapat setiap kegiatan belajar yang anda pelajari. Cocokkan jawaban anda dalam modul ini atau tanyakan pada guru anda. Bila tingkat penguasaan anda mencapai 80 % dari tugas kegiatan dapat anda kerjakan dengan benar maka lanjutkan lanjutkan materi pada kegiatan belajar beriktunya, tetapi jika belum maka materi tersebut diulangi lagi dan kerjakan soal tugas kegiatan kembali pada jawaban-jawaban yang belum betul sampai anda mampu menjawabnya.
- Bacalah ringkasan materi.
- Kerjakan uji kompetensi yang terdapat pada setiap kegiatan belajar dan cocokkan dengan kunci jawaban. Untuk mengetahui ketuntasan belajar anda hitunglah tingkat penguasaan materi anda dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Jumlah soal yang dijawab benar X 100
Jumlah seluruh soal
Jika hasilnya 80 persen atau lebih maka silahkan anda melanjutkan kegiatan belajar berikutnya, tetapi jika belum maka cobalah belajar lagi dan kerjakan pada jawaban yang salah.
- Selamat belajar !
1. Standar Kompetensi : Memahami Struktur Sosial dan berbagai faktor penyebab konflik dan Mobilitas Sosial
2. Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan masyarakat
3. Indikator : - Mendeskripsikan diferensiasi sosial
- Mendeskripsikan diferensiasi sosial berdasatkan ras, etnis, agama dan gender
- Mendeskripsikan berbagai pengaruh diferensiasi
- Membedakan konsolidasi dan interseksi yang terjadi di dalam masyarakat
PENGANTAR
Anda pasti pernah melihat, bahwa dalam masyarakat di sekitar kita terdapat pula perbedaan sosial yang lain, baik agama, ras,etnis, klen, pekerjaan maupun jender. Perbedaan ini tentunya tidak bisa Anda klasifikasikan secara hierarkhis/bertingkat seperti halnya stratifikasi sosial. Tidak ada bukti yang dapat menunjukkan bahwa golongan warna kulit tertentu lebih tinggi dari golongan warna kulit yang lain. Demikian juga, tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan bahwa agama yang satu lebih tinggi dari agama yang lainnya. Perbedaan seperti ini, dalam sosiologi lebih dikenal dengan istilah diferensiasi sosial. Diferensiasi dan stratifikasi sosial merupakan bagian dari struktur sosial.
Modul ini berisi tentang diferensiasi sosial. Didalam modul ini akan dibahas tentang Berbagai bentuk Diferensiasi Sosial dalam asyarakat, serta pengaruh diferensiasi sosial.
Dengan mempelajari modul ini Anda akan dapat menganalisis diferensiasi sosiall sebagai bentuk dari struktur sosial yang terdapat di dalam kehidupan masyarakat
Untuk memudahkan Anda dalam mempelajari materi tentang diferensiasi sosial dalam mata pelajaran ini, maka materi modul 2 ini disusun dalam 2 (dua) kegiatan belajar yaitu sebagai berikut :
1. Diferensiasi sosial
2. Pengaruh diferensiasi sosial dalam masyarakat
Pada akhir kegiatan belajar disediakan soal-soal latihan atau tugas yang harus Anda kerjakan. Di bagian belakang modul ini disediakan kunci jawaban. Pergunakan kunci jawaban tersebut setelah Anda selesai mengerjakan latihan dan tugas Anda. Dengan demikian Anda dapat menilai atau mengukur kemajuan belajar Anda sendiri. Pelajari modul ini kegiatan demi kegiatan, sehingga seluruh kegiatan belajar Anda dapat Anda kuasai dengan baik dan benar. Apabila Anda masih belum paham benar, bacalah berulang-ulang dengan lebih cermat, diskusikan dengan teman dan guru Anda, atau tanyakan kepada orang yang menguasai benar masalah itu, bisa pula dengan banyak membaca koran, majalah, dan sebagainya.
Selamat belajar, semoga sukses !

Kegiatan Belajar 1
DIFERENSIASI SOSIAL
Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 1 ini Anda diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian diferensiasi sosial 2. Menjelaskan bentuk-bentuk diferensiasi sosial
1. URAIAN MATERI
DIFERENSIASI SOSIAL
Untuk lebih memahami materi tentang diferensiasi sosial, berikut ini akan diuraikan bentuk diferensiasi sosial di dalam masyarakat. Perhatikan uraian di bawah ini.
Tentunya anda sudah membaca uraian materi pada modul 1 tentang struktur sosial. Pada pembahasan materi yang lalu dijelaskan bahwa perbedaan ras dan kebudayaan itu ada yang berada dalam tingkatan yang sama (horisontal) sebagai perwujudan dari sosial yang terdapat di dalam masyarakat
Disamping itu, dalam penjelasan awal pada modul 1 telah disinggung juga, bahwa perbedaan-perbedaan yang bersifat horisontal (pada tingkatan yang sama) dinamakan diferensiasi sosial. Karena bersifat horisontal, maka tidak ada masyarakat yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan masyarakat yang lainnya. Dan diferensiasi sosial dapat berubah menjadi stratifikasi sosial apabila perbedaan hak dan kewajiban digunakan sebagai tolok ukur untuk mendapatkan hak-hak istimewa (previlese) dalam hal kekuasaan, pendidikan dan kekuasaan.
PENGERTIAN DIFERENSIASI SOSIAL
Apakah Anda dapat menjelaskan pengertian diferensiasi sosial? Menurut kamus sosiologi, diferensiasi berarti klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang yang diciptakan secara sosial. Pengertian sama disini adalah pengklasifikasian tersebut tidak berjenjang, tidak bertingkat, horisontal, sejajar. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi dari golongan yang lainnya walaupun dalam kenyataan ada golongan yang menganggap golongannya lebih tinggi daripada yang lainnya.
Diferensiasi sosial merupakan pengelompokan warga masyarakat secara horisontal berdasarkan kesamaan ciri-ciri tertentu.
A. PEMBEDA DIFERENSIASI
Dalam masyarakat yang beragam (plural society) seperti Indonesia diferensiasi sosial terjadi akibat pola interaksi antar-individu yang memiliki ciri berbeda yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Ciri fisik
Diferensiasi timbul karena perbedaan ciri-ciri fisik tertentu seperti bentuk dan tinggi tubuh, bentuk rambut, bentuk mata, warna kulit, bentuk hidung. Ciri ini disebut ciri fenotif kuantitatif.
2. Ciri sosial
Diferensiasi timbul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan perbedaan cara pandang, pola perilaku. Yang termasuk kategori ini adalah perbedaan peranan, pestise, kekuasaan
3. Ciri budaya
Diferensiasi timbul karena perbedaan pandangan hidup suatu masyarakat yang menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti sistem religi/kepercayaan, sistem kekeluargaan.
B. BENTUK-BENTUK DIFERENSIASI SOSIAL
Setelah anda memahami pengertian diferensiasi sosial, selanjutnya anda harus memahami juga bentuk-bentuk diferensiasi sosial dalam masyarakat. Berikut ini akan diuraikan tentang berbagai bentuk diferensiasi sosial yang terdapat di dalam masyarakat. Perhatikan baik-baik uraian berikut :
Sebagai perwujudan dari bentuk ketidaksamaan sosial dalam masyarakat, diferensiasi sosial memiliki berbagai bentuk yaitu :
1. Diferensiasi sosial berdasarkan ras
Diferensiasi sosial berdasarkan ras merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya seperti warna kulit, warna mata, bentuk rambur, bentuk kepala dan bentuk wajah. Beberapa definisi ras dari para ahli antara lain :
a. Menurut Horton and Hunt : Ras adalah kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya dari segi ciri-ciri fisik bawaan ataupun pengertian yang digunakan masyarakat.
b. Menurut Koentjaraningrat : Ras adalah golongan manusia yang secara umum memiliki ciri-ciri tubuh tertentu dengan suatu frekuensi yang besar
c. Menurut Dunn dan Dobshansky : Ras adalah populasi yang dibedakan persamaan gen atau kategori individu yang secara turun temurun memiliki ciri-ciri fisik dan biologis tertentu. Ras mengandung pengertian secara biologis dan fisik serta tidak termasuk sifat-sifat budayanya. Adapun yang menjadi tanda-tanda fisik sebagai dasar pembagian ras meliputi :
1.1. Ciri kualitas, yaitu warna kulit, bentuk rambut, bentuk lipatan mata dan bentuk bibir.
1.2. Ciri kuantitas, yaitu bentuk badan, bera badan dan indeks kepala.
d.. Menurut V.D. Berghe : Ras adalah kelompok yang berbeda secara sosial atas dasar kriteria fisik.
Setelah kita memahami tentang pengertian ras, sekarang kita membahas tentang penggolongan atau klasifikasi ras yang dikemukakan oleh para ahli. Di bawah ini dikemukakan salah satu klasifikasi ras dari ahli somatologi yaitu A.L. Kroeber yang menggambarkan secara jelas garis besar penggolongan ras-ras terpenting di dunia serta hubungan antara satu dengan yang lain yaitu sebagai berikut :
a. Austroloid ( penduduk asli Australia yaitu Aborigin )
b. Mongoloid, terdiri dari :
1). Asiatic Mongoloid ( Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur )
2). Malayan Mongoloid ( Asia tenggara, Indonesia, Malaysia, Philipina dan penduduk asli Pulau Formosa )
3). American Mongoloid ( penduduk asli benua Amerika Utara dan selatan dari orang-orang Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Fuego di Amerika Selatan ).
c. Caucasoid, terdiri dari :
1). Nordic ( Eropa Utara sekitar Laut Baltik )
2). Alpine ( Eropa Tengah dan Timur )
3). Mediterranean ( penduduk sekitar Laut Tengah, Amerika Utara, Armenia, Arab dan Iran )
4). Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka )
d. Negroid, terdiri dari :
1). African Negroid (Benua Afrika)
2). Negrito ( Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina )
3). Melanesian ( Irian, Melanesia )
e. Ras-ras Khusus :
Tidak dapat dikalsifikasikan ke dalam empat ras di atas, seperti :
1). Bushman ( di daerah Gurun Kalahari, Afrika Selatan )
2). Veddoid ( di pedalaman Sri Lanka dan Sulawesi Selatan ).
3). Polynesian ( di Kepulauan Mikronesia dan Polinesia )
4). Ainu ( di Pulau Karafuto dan Hokkaido Jepang Utara ).
Sedangkan menurut Ralph Linton, manusia di dunia dibagi menjadi 3 (tiga) kelaompok ras besar yaitu :
a. Mongoloid, dengan ciri-ciri kulit warna kuning sampai sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid). Ras mongoloid dibagi menjadi dua, yaitu :
1). Mongoloid Asia, terdiri dari subras Tionghoa ( orang jepang, Taiwan dan Vietnam) dan subras melayu (Malaysia, Indonesia dan Filipina ).
2). Mongoloid Indian ( Orang Indian di Amerika ).
b. Kaukasoid memiliki ciri fisik hidung mancung, kulit putih, rambut pirang ampai coklat kehitam-hitaman dan klopak mata lurus. Ras ini terdiri dari lima subras yaitu Nordic, Alpin, Mediteran, Armenoid dan India.
c. Negroid dengan ciri fisik rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal dan kelopak mata lurus. Ras ini terdiri dari lima subras yaitu negrito, Nilitz, Negro Rimba, Negro Oceanis dan Hotentot-Boysesman.
Pada kenyataannya masyarakat Indonesia tersebar dan terdiri atas berbagai ras baik penduduk asli maupun pendatang. Beberapa ras yang mendiami wilayah Indonesia antara lain :
a. Ras Malayan Mongoloid
Ras ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. warna kulit sawo matang
b. mata hitam
c. rambut hitam serta lurus dan berombak
d. hidung dan bibir sedang
e. tinggi badn rata-rata 150 – 165 cm
Penyebaran ras ini meliputi wilayah Sumatera, Jawa, bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi
b. Ras Melanesoid
Ras ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. warna kulit hitam
b. rambut hitan dan keriting
c. bibir agak tebal
d. badan tegap
e. hidung lebar cenderung pesek
f. tinggi badan rata-rata 160-170 cm
Penyebaran ras ini meliputi wilayah Irian Jaya (Papua), Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
c. Ras Asiatic – Mongoloid
Ras ini sebagian besar adalah kaum pendatang yang biasanya bertempat tinggal di kota-kota besar. Yang termasuk ras ini diantaranya orang Cina, Jepang dan Korea. Secara umum, ciri-ciri ras ini adalah :
a. warna kulit kuning
b. mata sipit
c. bibir tipis
d. rambut hitam dan cenderung lurus
e. tinggi badan rata-rata 155-165 cm.
d. Ras Kaukasoid
Ras ini sebagian besar merupakan kaum pendatang yang biasanya juga bertempat tinggal di kota-kota besar. Yang termasuk ras ini diantaranya orang India, Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika.
Ciri-ciri ras ini sebagai berikut :
a. warna kulit untuk orang India agak kuning, sedangkan orang Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika adalah putih.
b. rambut hitam atau pirang
c. hidung mancung
d. bibir tipis
e. tinggi badan rata-rata 165 – 180 cm.
Beraneka ragamnya ras yang ada di Indonesia tentu saja akan menambah keragaman budaya bangsa Indonesia. Setiap ras tersebut biasanyamemiliki sistem nilai budaya yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Begitu juga dengan sejarah perkembangan banga Indonesia yang mendapat pengaruh dari kaum pendatang baik dari India, Cina, Timur Tengah, maupun Eropa serta kebudayaan Hindu, Budha, Islam dan Kristen.
2. Diferensiasi sosial berdasarkan etnik
Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan etnis atau suku bangsa menunjukkan bahwa masyarakat terdiri atas berbagai suku bangsa dengan bahasa dan kebudayaan masing-masing.
Menurut ensiklopedi umum yang disusun oleh Hasan Shadily, M.A., etnis atau suku bangsa merupakan segolongan rakyat yang dianggap masih mempunyai hubungan biologis. Secara sosiologis, suku bangsa atau etnis merupakan gabungan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial lain karena mempunyai ciri-ciri paling mendasar dan umum berkaitan dengan asal usul dan tempat asal serta kebudayaan. Kesamaan kebudayaan, bahasa, adat istiadat dan kesamaan nenek moyang merupakan ciri-ciri suatu suku bangsa. Jika ras lebih dilihat dari segi perbedaan bentuk fisik, suku bangsa lebih dilihat dari perbedaan budaya dalam arti luas.
Berikut ini pendapat beberapa ahli mengenai etnis atau suku bangsa. Perhatikan dengan baik uraian berikut ini :
a. Menurut Koentjaraningrat, Etnis/suku bangsa merupakan golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, sedangkan kesadaran dan identitas tadi sering kalidikuatkan oleh kesatuan bahasa. Koentjaraningrat menganjurkan untuk menggunakan istilah suku bangsa secara lengkap, tidak boleh hanya menyebut suku saja, sebab istilah suku dalam antropologi atau etnografi sudah merupakan istilah teknis yang memiliki arti sendiri, yaitu nama klen (marga) pada masyarakat Minangkabau.
b. Menurut Bruce J. Cohen : bahwa kelompok etnis dibedakan oleh karakteristik budaya yang dimiliki oleh para anggotanya. Karakteristik itu meliputi agama/religi, bahasa atau kebangsaan. Menurutnya antara ras dengan etnis/suku bangsa terdapat perbedaan, yaitu ras dibedakan dari penampilan fisiknya, etnis dibedakan dalam karakteristik budayanya.
c. Menurut William Kornblum, etnis adalah suatu populasi yang memiliki identitas kelompok berdasarkan kebudayaan tertentu dan biasanya memiliki leluhur yang secara pasti atau dianggap pasti sama.
d. Menurut Robertson, kelompok etnis adalah sejumlah besar orang yang memandang diri dan dipandang oleh kelompok lain, memiliki kesatuan budaya yang berbeda Namun kelompok etnik tidak selalu berarti suku bangsa. Kelompok etnik (Ethnic group) menunjuk kepada suatu ras di masyarakat tertentu, misalnya orang-orang Tionghoa di Indonesia.
Jumlah suku bangsa di Indonesia sampai saat ini sulit diperkirakan. Antara peneliti yang satu dengan peneliti yang lain memiliki perbedaan pandangan dalam memberikan data tentang jumlah susku bangsa di Indonesia. Menurut C. Van Vollen Hoven, jumlah suku bangsa di Indonesia adalah 316 buah, sedangkan menurut Koentjaraningrat sekitar 119 buah, Hildred Geertz menyebut ada 300 suku bangsa, Sutan Takdir Ali Syahbana menyebut ada 200-250 buah suku bangsa serta Skinner menyebut ada 35 suku bangsa.
Secara garis besar, suku bangsa yang ada di Indonesia dapat diuraikan sebagai berikut :
· Di Pulau Sumatera, ada suku bangsa seperti Aceh, Gayo, Batak Karo, Pakpak, Toba, Mandailing, Simalungun, Simeuleu, Medan, Minangkabau, Padang, Rejang, Riau, Bengkulu, Lampung, Jambi, Enggano, Mentawai, Sakai, Palembang dan Melayu
· Di Pulau Jawa, ada suku bangsa seperti Sunda, Jawa, Tengger, Badui, Betawi, Banten, Madura, Bawean, Tambus
· Di Pulau Kalimantan, ada suku bangsa seperti Dayak, Bulungin, Tarakan dan Banjar
· Di Pulau Sulawesi. Ada suku bangsa seperti Bugis, Makassar, Toraja, Toli-Toli, Minahasa, Bolaang Mongondow, Luwu, Mander, Pittu, Ullana, To Batak, Poso, To Pikora, Tomini, Banjau, Manado, Tondano, Sangir, Tomtaboan dan Gorontalo.
· Di Kepulauan Nusa tenggara, ada suku bangsa seperti Bali, Bima, Lombok, Flores, Timor, Rote, Ende, Ende-Lio, manggarai, Sikka, Ngada., Dompu, Timor, Rote, Sasak
· Di Kepulauan Maluku ada suku bangsa seperti Ternate, Tidore, Ambon, Buru, Seram, Kei, Suram.
3. Diferensiasi sosial berdasarkan agama
Diferensiasi sosial berdasarkan perbedaan agama terlihat dalam kehidupan sosial bahwa masyarakat terdiri atas orang-orang yang menganut agama tertentu termasuk dalam suatu komunitas atau golongan yang disebut umat. Oleh karena itu, didalam masyarakat kemudian dijumpai sebutan umat Islam, umat Kristen, umat Hindu maupun umat Budha. Sebutan tersebut menunjukkan adanya penggolongan penduduk atau warga masyarakat berdasarkan agama yang dianut.
Menurut Emile Durkheim, agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci. Agama merupakan masalah yang esensial bagi kehidupan manusia karena menyangkut keyakinan seseorang yang dianggap benar. Agama berisi tentang :
a. Sesuatu yang dianggap sakral, melebihi kehidupan duniawi dan menimbulkan rasa kekaguman dan penghormatan
b. Sekumpulan kepercayaan tentang hal yang dianggap sakral
c. Penegasan kepercayaan dengan melaksanakan ritual, yaitu aktivitas keagamaan
d. Sekumpulan kepercayaan yang ikut dalam ritual yang sama.
Adapun komponen - komponen agama meliputi hal-hal beberapa hal berikut ini :
a. Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya.
b. Sistem keyakinan terwujud dalam pikiran / gagasan manusia, seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam ghaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa – dewi.
c. Upacara keagamaan yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, dewa-dewi dan roh nenek moyang
d. Tempat Ibadah, seperti kuil, kelenteng, gereja, mesjig pura dan wihara.
e. Umat, yakni anggota salah satu agama yang merupakan kesatuan sosial.
4. Diferensiasi sosial berdasarkan gender
Pada umumnya masyarakat beranggapan istilah gender sama dengan jenis kelamin, tetapi sesungguhnya tidaklah demikian. Perbedaan laki-laki dan perempuan akan mencakup tentang perbedaan secara seks dan perbedaan gender.
Menurut William Kornblum, perbedaan secara seks adalah perbedaan antara perempuan dan laki-laki secara biologis, yaitu karakteritik seks primer, seperti alat kelamin yang berbeda antara laki-laki dan wanita dan karakteristik seks sekunder yang akan muncul kemudian seperti bentuk tubuh atau bentuk suara, sedangkan perbedaan gender adalah cara berperilaku bagi pria dan wanita yang sudah ditentukan oleh kebudayaan atau kodratnya yang kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya.
Kapankah identitas gender itu dibentuk? Ternyata tidak ada yang mengetahui secara pasti, tetapi kebanyakan ahli berpendapat bahwa perbedaan perlakuannya sejak bayi lahir. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perasaan anak-anak sebagai anak perempuan atau anak laki-laki lebih banyak ditentukan oleh perlakuan orang tua mereka daripada oleh karakteristik seksual mereka.
Dan peran gender, yaitu pola-pola sikap dan tingkah laku yang diharapkan oleh masyarakat berdasarkan jenis kelamin, dibuat oleh masyarakat, serta diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui agen-agen sosial seperti keluarga, kelompok bermain dan media massa.
5. Diferensiasi sosial berdasarkan klen
Klen merupakan suatu kelompok kekerabatan yang terdapat dalam masyarakat dengan menarik garis keturunan secara unilateral. Klen merupakan kesatun genealogis (kesatuan keturunan), religiomagis (kesatuan kepercayaan), dan tradisi (Adat). Sementara menurut Koentjaraningrat, klen merupakan suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas semua keturunan dari seorang nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan sejenis, yaitu warga keturunan laki-laki atau perempuan.
Klen sebagai kesatuan genealogis, terbagi menjadi dua, yaitu garis keturunan ibu (matrilineal) dn garis keturunan ayah (patrilineal). Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) dapat kita dalam masyarlakat Minangkabau, seperti koto, chaniago, piliang dan sikumbang. Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) dapat kita lihat di sebagian Indonesia, seperti pada masyarakat Batak dengan sebutan marga, masyarakat Minahasa, Ambon dan flores dengan sebutan fam.
6. Diferensiasi sosial berdasarkan profesi
Diferensiasi profesi terjadi karena ada berbagai macam profesi di masyarakat. Profesi berarti pekerjaan. Definisi dari profesi adalah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik/ketrampilan secara intelektual
Selamat kepada Anda yang telah berhasil menyelesaikan modul ini! Semoga semua pengertian-pengertian yang ada dalam diferensiasi sosial Anda pahami benar-benar. Pelajarilah sekali lagi guna pendalaman pemahaman Anda. Usahakan seluruh konsentrasi Anda tercurah dalam proses pembelajaran ini. Hal-hal yang bisa Anda petik manfaatnya semoga berguna bagi kehidupan Anda sehari-hari. Dengan demikian Anda akan menjadi warga masyarakat dan warga negara yang mengerti akan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya.
Selamat sekali lagi buat Anda !
2. RANGKUMAN
Rangkuman di bawah ini dapat Anda pergunakan untuk menambah pemahaman.
1. Diferensiasi sosial adalah pengelompokan warga masyarakat secara horisontal berdasarkan kesamaan ciri-ciri tertentu.
2. Ciri-ciri yang mendasari diferensiasi sosial :
- ciri fisik : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, dan sebagainya.
- ciri sosial : perbedaan yang menimbulkan pola perilaku tertentu dalam masyarakat;
- ciri budaya : pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya.
3. Perbedaan diferensiasi sosial dengan stratifikasi sosial :
horisontal/vertikal; ciri dan fungsi/posisi dan status; distribusi kelompok/distribusi hak dan wewenang; genotipe/stereotipe; kriteria biologis fisik sosiokultural/kriteria pendidikan kekuasaan kehormatan.
4. Diferensiasi ras : kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama.
- Menurut Kroeber : Austroloid, Mongoloid, Kaukasoid, Negroid, Ras Khusus
- Menurut Ralph Linton : Mongoloid, Kaukasoid, Negroid
- Sub ras di Indonesia : Negrito, Veddoid, Neo Melanosoid, Melayu
5. Diferensiasi etnis (suku bangsa) : Penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama :
- ciri fisik,
- bahasa daerah,
- kesenian,
- adat istiadat
6. Diferensiasi klen (Clan)
Klen (clan) : kerabat luas atau keluarga besar
Merupakan pengelompokan manusia berdasarkan kesatuan genealogis, religiomagis dan adat / tradisi.
- Patrilineal
Atas dasar garis keturunan ayah. Contoh: Batak, Minahasa, Ambon, Flores.
- Matrilineal
Atas dasar garis keturunan ibu. Contoh: Minangkabau, Ngada (Flores)
7. Diferensiasi Agama
Agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci.
Komponen-komponen agama :
- emosi keagamaan,
- sistem keyakinan,
- upacara keagamaan,
- tempat ibadah,
- umat.
8. Diferensiasi Profesi
Profesi atau pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau mata pencahariannya.
Perbedaan profesi antara lain : guru, dokter, pedagang, buruh, tentara, dan sebagainya.
9. Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis).
Perbedaan jenis kelamin : laki-laki dan wanita.
10. Diferensiasi Asal Daerah
Pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya.
Perbedaan asal daerah : kota dan desa.
11. Diferensiasi Partai
Partai : organisasi untuk turut serta mengatur negara/kekuasaan.
Terdapat multipartai Pemilu 2009.
Sampai di sini pembahasan kita mengenai Diferensiasi Sosial. Bagaimana? Apakah Anda sudah paham ? Apabila masih belum jelas, baca lagi, karena tidak ada salahnya kalau Anda membacanya kembali, sehingga Anda benar-benar mendapatkan pendalaman mengenai bahasan ini. Namun, sekiranya Anda masih belum paham juga, diskusikan dengan teman Anda, atau tanyakan kepada guru Anda. Nah, kini cobalah mengerjakan tugas-tugas di bawah ini untuk menguji pemahaman Anda.
3. TUGAS KEGIATAN 1
A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas dan benar !
1. Jelaskan pengertian diferensiasi sosial !
2. Uraikan masing-masing ciri-ciri yang mendasari diferensiasi sosial.
3. Bedakan sekurang-kurangnya 3 unsur yang membedakan antara diferensiasi sosial dengan stratifikasi sosial.
4. Tuliskan (tidak usah diuraikan) bentuk-bentuk diferensiasi sosial !
4. SOAL LATIHAN 1
A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar.
1. Kita mengenal adanya buruh, pengusaha, dokter, pegawai negeri, tukang, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan hak dan wewenang atau dikenal dengan nama ………
a. ketidaksaman kelompok d. ketidaksamaan ras
b. ketidaksamaan sosial e. keanekaragaman suku bangsa
c. pelapisan masyarakat
2. Pembedaan seseorang atau kelompok dalam masyarakat secara horisontal dinamakan….
a. unsur sosial
b. sistem sosial
c. stratifikasi sosial
d. diferensiasi sosial
e. organisasi sosial
3. Ciri ras Malayan Mongoloid adalah ….
a. kulit sawo matang, bibir tebal dan mata sipit
b. mata sipit, badan kecil dan kulit kuning
c. mata sipit, badan kecil dan kulit kuning
d. telinga lebar, bibir tebal dan mata sipit
e. badan hitam, kulit sawo matang dan rambut hitam
4. Bayi perempuan diberi pakaian merah jambu, sedangkan anak laki-laki diberi sepatu biru. Perbedaan ini merupakan perwujudan dari perbedaan ....
a. perbedaan ras
b. perbedaan agama
c. perbedaan jenis kelamin
d. perbedaan jender
e. perbedaan suku bangsa
5. Dalam klasifikasi ras yang dikemukakan oleh A. Kroeber, sebagian besar orang Indonesia termasuk dalam ras .....
a. Asiatic Mongoloid
b. Polynesia
c. Bushman
d. Malayan Mongoloid
e. Melanesia
5. EVALUASI HASIL PENILAIAN
Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Ulangan Harian 1 yang terdapat pada bagian belakang modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda pada kegiatan belajar 1 ;
Rumus
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar X 100 %
5
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :
90 % - 100 % = Baik sekali
80 % - 89 % = Baik
70 % - 79 % = Sedang
< style=""> = Kurang
Kalau tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas, Anda dapat melanjutkan dengan materi kegiatan belajar 2. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulang materi kegiatan belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
Kegiatan Belajar 2
PENGARUH DIFERENSIASI DALAM MASYARAKAT
Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 2 ini Anda diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengaruh diferensiasi sosial

1.
URAIAN MATERI
A. Berbagai pengaruh Diferensiasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa dalam kehidupan sebagian masyarakat, pengaruh dan perbedaan antara diferensiasi sosial dan stratiifikasi sosial ini masing-masing sering dicampuradukkan. Banyak contoh-contoh yang menggambarkan pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini akan disajikan beberapa contoh pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat.
Dalam contoh nyata di kehidupan sehari-hari kita masih mengenall apa yang disebut dengan primordialisme , yaitu suatu paham atau perasaan bahwa kelompok “saya lah” yang paling baik, paling unggul (in group feeling) dibandingkan dengan kelompok lain. Lebih-lebih lagi apabila individu atau kelompok orang sudah terkena suatu paham ethnosentrisme, yaitu suatu paham bahwa kebudayaan sendiri/suku bangsa/ bangsa sendirilah yang paling baik dan paling unggul serta menganggap remeh kebudayaan/suku bangsa/ bangsa lain. Padahal ras merupakan pembedaan sosial yang tidak mengenal tingkatan, tidak ada perbedaan antara kulit putih, kulit hitam dan kulit kuning sebab itu merupakan karunia dari Tuhan. Begitu juga dalam hal kebudayaan, dikenal istilah cultural university yaitu tidak adanya tingkatan kebudayaan, tidak ada kebudayaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan lain. Anda tentunya masih ingat adanya aliran Nasionalis-Sosialis (NAZI) milik Hitler yang menganggap bahwa ras Arya-lah yang paling unggul dan ditakdirkan untuk menguasai dunia. Politik diskriminasi ras di dunia sampai saat ini masih belum kita rasakan pengaruhnya.
Perlu disadari bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk dapat saling mengenal dan bekerjasama. Oleh karena itu, perbedaan suku dan etnis jangan kita jadikan alasan untuk saling memusuhi. Namun kenyataan, di dunia ini terdapat banyak konflik dan perselisihan karena adanya perbedaan etnis tersebut. Konflik yang disebabkan karena adanya perbedaan etnis timbul karena perbedaan kepentingan. Kebudayaan dan adat istiadat antara suku bangsa yang satu dengan suku bangsa lain yang berbeda dan kadangkala berbenturan. Padahal, sebenarnya tidak ada suku bangsa atau bangsa yang lebih unggul daripada suku bangsa yang lainnya. Semua suku banga pasti memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Itulah sebabnya suku bangsa yang terdapat di dunia ini harus saling mengenal, berinteraksi dan saling mengisi agar tercipta kedamaian dunia.
Anda tentu tahu bahwa Indonesia termasuk bangsa yang mempunyai sekitar 200 sampai 250 suku bangsa. Masing-masing suku bangsa mempunyai bahasa dan identitas kebudayaan yang berbeda-beda. Perbedaan inilah kadang-kadang berpotensi untuk menimbulkan konflik. Masih jelas dalam ingatan kita tentang konflik antaretnis di Kalimantan yang terjadi karena masing-masing suku bangsa tersebut kurang memahami dan menghormati adat istiadat, kebiasaan serta budaya masing-masing.
Di dalam kehidupan beragama seharusnyalah menjadi perekat untuk berintegrasi sosial dengan baik karena masing-masing merupakan hamba Tuhan harus saling menghormati dan mengembangkan sikap toleransi. Namun dalam prakteknya, seringkali kita temukan gesekan-gesekan ditimbulkan karena adanya perbedan agama atau keyakinan. Hal ini disebabkan karena adanya suatu keyakinan dari para pemeluk yang agamanya-lah yang paling benar, sehingga akan terbentuk sikap mental yang berintikan kesombongan religius/fanatisme buta. Hal ini jelas merugikan dalam rangka proses integrasi sosial. Agama harus dapat menjadi pengikat rohani di antara para warga dari bangsa yang berlainan karena nilai-nilai agama selain mengatur hubungan antar manusia dengan Tuhan, juga mengatur hubungan antara manusia dengan manusia serta makhluk yang lainnya.
Perbedaan antar jenis kelamin terutama dalam hal menduduki suatu jabatan tertentu kadang-kadang masih diperdebatkan. Anggapan bahwa kedudukan laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan perempuan masih banyak melekat dalam falsafah hidup sebagaian masyarakat kita. Akan tetapi, dengan adanya kemajuan dalam bidang pendidikan dan modernisasi dalam aspek kehidupan bangsa maka anggapan yang demikian itu diharapkan akan hilang.
Masih adanya tumbuhnya suatu pendapat bahwa menjadi pegawai negeri akan lebih baik dan lebih dihormati (walaupun bergaji kecil) dibandingkan dengan pekerjaan swasta, juga merupakan suatu bukti bahwa suatu pekerjaan seseorang itu masih dianggap dapat menggambarkan tinggi dan rendahnya kedudukan seseorang. Padahal suatu profesi atau pekerjaan merupakan pembedaan sosial yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
B. Pengaruh diferensiasi berdasarkan pengamatan atau kasus dalam Kehidupan Masyarakat
Pernahkah Anda mengamati atau menemui kasus dalam masyarakat tentang pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial? berikut ini akan diuraikan tentang pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial berdasarkan pengamatan atau kasus dalam masyarakat.
a. Akibat diferensiasi sosial di dalam masyarakat
· Pengaruh diferensiasi sosial yang bisa anda amati dalam kehidupan masyarakat, misalnya perbedaan antara pria dan wanita. Di dalam keluarga, ibu berperan sebagai ibu rumah tangga yang mempunyai tugas utama mengasuh anak dan mengelola ekonomi rumah tangga, sedangkan tugas ayah adalah mencari nafkah bagi keluarga. Cobalah Anda analisis bagaimana pengaruh diferensiasi sosial berdasarkan pada jenis kelamin di dalam kehdupan masyarakat.
· Pengaruh diferensiasi sosial lain yang bisa anda amati dalam kehidupan masyarakat adalah perbedaan agama. Perbedaan agama ini bisa Anda lihat dengan adanya kelompok-kelompok umat beragama yang tentunya masing-masing umat beragama itu melakukan konsolidasi masing-masing untuk memperkuat iman. Bagaimana pengaruhnya dalam masyarakat, silahkan Anda analisis sendiri.
· Perbedaan dalam profesi atau pekerjaan. Di dalam masyarakat terdapat banyak jenis pekerjaan seperti pedagang, petani, dokter, guru, tukang bangunan, montir dan lain-lain yang masing-masing melakukan peran yang saling mengisi satu sama lain.
Dengan demikian, jelaslah bahwa ras,.agama, jenis kelamin, profesi, klen maupun suku bangsa merupakan pembedaan sosial yang tidak dapat diukur tinggi dan rendahnya, dan lain halnya dengan ekonomi, politik, sosial, kualitas pribadi, pendidikan dan prestasi akan dapat diukur dan diamati yang kemudian dibuat kriteria, apakah termasuk lapisan atas, lapian menengah atau lapisan bawah.
2. Rangkuman
Berbagai pengaruh diferensiasi sosial dalam Kehidupan Masyarakat dapat diamati antara lain :
· melahirkan pembagian kerja dalam rumah tangga
· Pengaruh diferensiasi sosial berdasarkan pada perbedaan jenis kelamin di dalam kehidupan masyarakat
· Pengaruh diferensiasi sosial berdasarkan pada perbedaan agama akan melahirkan sikap saling menghormati sehingga akan tercipta integrasi sosial.
· Pengaruh diferensiasi sosial berdasarkan pada Perbedaan profesi atau pekerjaan, masing-masing individu akan saling mengisi satu sama lain
· Pengaruh Stratifikasi sosial dalam bidang ekonomi akan melahirkan perbedaan pelayanan publik terhadap orang yang berkelas sosial beda.
· Pengaruh Stratifikasi dalam hal kekuasaan dapat kita lihat, misalnya para pejabat tinggi atau bahkan presiden, jika akan berkunjung, maka protokol acara penghormatan tentunya akan disiapkan sebaik mungkin sebagai wujud dari privelege (hak istimewa) yang melekat pada jabatannya
3. Tugas Kegiatan 2
Di bawah ini dicantumkan latihan yang akan memantapkan penguasaan anda mengenai uraian yang disampaikan sebelum ini. Kerjakan latihan tersebut sesuai dengan yang Anda pelajari. Selamat berlatih !
1. Jelaskan perbedaan diferensiasi sosial dengan stratifikasi sosial !
2. Apakah dampak yang mungkin timbul sebagai akibat adanya diferensiasi sosial masyarakat ? Jelaskan jawaban Anda !
3. Apakah pengaruh diferensiasi sosial dalam masyarakat ? Jelaskan jawaban Anda !
PETUNJUK JAWABAN TUGAS KEGIATAN
1. Coba anda baca kembali uraian tentang perbedaan diferensiasi sosial dengan stratifikasi sosial.
2. Tentu mudah menjawabnya bukan !
3. Anda tahu jawabannya bukan. Yang jelas berhubungan dengan pengamatan atau kasus yang Anda temui dalam kehidupan masyaralat.
4. SOAL LATIHAN 2
- Kenyataan sosial yang merupakan wujud dari diferensiasi berdasarkan etnis atau suku bangsa adalah ....
a. Terjadinya konflik antarkelas yang berbeda
b. Terjalin kerjasama antar kelas
c. Masyarakat terdiri dari berbagai macma bahasa dan budaya
d. Meningkatnya nepotisme karena sistem kekerabatan
e. Pengasilan yangditerima oleh setiap suku bangsa berbeda-beda.
- Kenyataan sosial yang menunjukkan adanya pelapian sosial di dalam masyarakat adalah .
a. Masyarakat India terbagi atas kasta brahmana, ksatria, waisya dan sudra.
b. Di daerah perkotaan status sosial seseorang ditentukan oleh prestasi atau pekerjaan yang dimiliki
c. Amerika Serikat terdiri atas berbagai macam ras dan bangsa
d. Ras Mongoloid meliputi orang Mongolia,. Malaysia dan Indian Amerika
e. Secara umum masyarakat dibedakan atas kelompok anak-anak, remaja dewasa dan orang tua.
- Wujud dari diferensiasi sosial dalam kebudayaan masyarakat dapat ditandai oleh hal berikut, kecuali....
a. masyarakat tidak menunjukkan perbedaan golongan profesi
b. terjadinya kerjasama yang erat dalam masyarakat kasta
c. tidak adanya diskriminasi
d. setiap anggota masyarakat saling mencela
e. penggolongan penduduk tidak menunjukkan perbedaan tingkatan atau hierarki.
4. Perbedaan antara pelapisan sosial dengan diferensiasi sosial adalah ....
a. pengelompokan masyarakat pada pelapisan sosial ditentukan secara vertikal atau hirarki, sedangkan diferensiasi sosial tidak
b. diferensiasi sosial tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pelapisan sosial.
c. diferensiasi sosial lebih sering menimbulkan konflik ketimbang pelapisan sosial
d. pelapisan sosial cenderung terdapat pada masyarakat tradisional.
e. diferensiasi sosial dan pelapisan sosial ditemukan pada setiap kehidupan masyarakat.
- Perbedaan masyarakat ke dalam suku-suku bangsa, kepercayaan,ras, jenis kelamin dan profesi yang berbeda merupakan contoh dari .....
a. stratifikasi sosial
b. diferensiasi sosial
c. integrasi sosial
d. struktur sosial
e. sistem sosial
EVALUASI HASIL PENILAIAN
Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Ulangan Harian 2 yang terdapat pada bagian belakang modul ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda pada kegiatan belajar 2 ;
Rumus
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar X 100 %
5
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :
90 % - 100 % = Baik sekali
80 % - 89 % = Baik
70 % - 79 % = Sedang
< style=""> = Kurang
Kalau tingkat penguasaan Anda 80 % ke atas, Anda dapat melanjutkan dengan materi selanjutnya. Bagus ! tetapi apabila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulang materi kegiatan belajar 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
DAFTAR PUSTAKA
Adwiana Hardiyati.2006, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI, Jakarta : PT. Widya Utama.
Dhohiri, Taufiq Rahman.2002. Panduan Belajar Sosiologi untuk Kelas 2 SMA, Jakarta : Yudhistira.
Maryati, K dan Suryawati. J.Sosiologi 1 untuk SMU Kelas 2, Jakarta : Esis.
Soekanto, Soerjono.1985. Kamus Sosiologi. Jakarta : CV. Rajawali.
Soekanto, Soerjono.1990. Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Sunarto, Kamanto.1993. Pengantar Sosiologi, Jakarta, Jakarta : FE-UI.
0 komentar:
Posting Komentar