Nama saya Budi Nuryanto, S.Sos. Saya lahir di Kebumen, pada tanggal enam belas desember seribu sembilan ratus tujuhpuluh dua. Sejak kecil saya hidup dalam kesenangan. Orang tua saya selalu memanjakan saya. Apapun yang saya minta pasti selalu dipenuhi. (jika ada). Cuman kebetulan bapak ibu saya bukan orang kaya. Hidup selalu pas-pasan. Tapi hebatnya, ketika saya membutuhkan sesuatu pasti pas ada. sampai sekarang saya bahkan bingung kalau di tanya tentang apa keinginan saya. Apa yang ada dalam otak saya itulah keinginan saya. Bagaikan air mengalir, apa yang bisa saya lakukan itulah yang akan saya lakukan.
PERJALANAN PENDIDIKAN SAYA
pada tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan saya masuk taman kanak-kanak bapendik desa Kuwayuhan desa tercinta kelahiran saya. selama satu semester saya diikutkan teman-teman untuk ikut ke jenjang sekolah dasar pada bulan juli seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan saya sudah jadi siswa Sekolah Dasar Kuwayuhan IV. selama enam tahun saya mengikuti persekolahan dengan nyaman tanpa ada tekanan untuk pinter ataupun bodoh. kalau ada waktu saya pasti pilih cari jangkrik di sawah ketimbang melihat huruf-huruf di kertas maupun di papan tulis. tapi entah kenapa nilai raport saya selalu terbaik di antara 8O siswa yang ada. mungkin saya yang terlalu pintar atau teman-teman yang tidak ada motivasi untuk pintar. saya memang akan dihukum tidak diberi uang saku bila rapot saya tidak mencapai angka sembilan.
pada tahun seribu sembilan ratus delapan puluh lima saya lulus dari SD untuk meneruskan ke sekolah SMP Negeri 1 Kebumen. saya cuma tahu kalau SMP Negeri satu Kebumen adalah sekolah yang penuh persaingan di mana banyak sekali sekali murid keturunan Tiong Hwa. Bahkan SMP Pius yang notabene SMP Kristen nurid keturunan Tiong Hwa-nya kalah banyak dengan SMP Negeri satu Kebumen. Dari Murid yang diterima ternyata nilai NEM sebagai acuan untuk masuk sekolah SMP tergolong paling rendah. Di situlah saya kembali belajar tanpa beban. orang tua saya tidak lagi mensyaratkan nilai sebagai syarat untuk mendapatkan uang saku. saya sangat senang bersekolah di SMP Negeri satu Kebumen karena ceweknya cakep-cakep semua. Hampir semua cewek cakep saya kenal dan saya bilang pada cewek itu kalau ia adalah pacar saya. tapi tak satu pun yang percaya kalau saya seneng cewek. entah kenapa saya merasa bahwa tak satu pun cewek yang pantas buat saya. saya merasa terlalu jelek bila jadi pasangan mereka. tapi kenyataannya banyak sekali cewek-cewek cakep yang selalu disekeliling saya. mungkin mereka nyaman dengan saya karena saya tidak pernah mempermasalahkan status hubungan itu. ada satu cewek yang menurutku cakep sekali pernah menyampaikan salam lewat teman. tapi tidak saya respon karena saya menganggap cewek itu tidak mungkin suka pada saya, walaupun sebenarnya saya sering membayangkan andaikata ia jadi pacar saya pasti saya menjadi orang paling bahagia di dunia karena punya cewek cakep.
selepas SMP saya melanjutkan ke SMA Negeri satu Kebumen. waktu pendaftaran saya yakin sekali bisa diterima karena nilai saya termasuk tinggi dibandingkan dengan pendaftar lain. Di sinilah aku memulai mengenal dunia yang sesungguhnya. sudah tahu apa artinya hidup, apa itu mengenal lawan jenis dan lain sebagainya yang merasa aku lebih dewasa dibanding ketika masih SMP. dari teman-teman yang ada ternyata banyak nilai masuknya lebih rendah dari saya. saya merasa teman-teman saya jarang yang pinter. semangat bersaingku sangat arendah. akhirnya nilai raport saya juga tidak memuaskan. pada waktu penjurusan dikelas 2 saya pun tidak ikut daftar ulang sehingga saya masuk kelas IPS yang dianggap kelas paling remeh. Kembali saya melihat dikelas IPS ternyata yang NEM smpnya diatas saya cuma 2 orang. Saya semakin meras diatas angin. teman-temanku semakin banyak yang b odoh. Nilai ulangan saya selalu di atas rata-rata teman sekelas. saya menjadi malas untuk belajar. buat apa belajar kalau tanpa belajar pun aku sudah jadi yang terbaik?
Semester pertama saya ranking 3 dari 43 siswa. aku semakin malas belajar. Main main dan melihat cewek cakep adik kelas, itu hoby saya. apalagi waktu itu saya sudah mempunyai motor sendiri. dalam satu kelas hanya aku yang rutin membawa motor. semakin angkuh aku dalam pergaulan. banyak cewek yang sering aku bawa naik motor sekedar jadi tukang ojek. tapi pada saat itu sudah merasa memiliki hati cewek itu. tapi kenyataannya aku tidak merasa mempunyai cewek yang aku sukai. yang ada hanya cewek menyuaki saya dengan minta diantar saya kemana-mana. kenaikan kelas menuju kelas 3 nilai raportku jauih dari kebanggaan. saya kembali mendapat rangking 3 tetapi dihitung dari belakang. aku tahu bahwa kepandaian bukan bawaan, tapi harus diperjuangkan. Saat itu aku baru sadar bahwa aku telah melakukan kebodohan. saya harus berubah agar tidak menjadi amnusia bodoh. Tetapi apa lacur, kebiasaan-kebiasaanku tidak serta merta bisa berubah. Pada nilai raport semester 1 kelas 3 saya agak berharap rangking saya naik, paling tidak 10 besar. tepai ternyata masih bertahan pada 10 besar darei belakang. kembali aku sadar bahwa tidak ada sesuatu yang didapat dengan mudah. akhirnya aku punya prinsip tetaplah bekerja tanpa ada target. tetapi tetap dalam pekerjaan itu. jangan berhenti, tidak berharap dan bisa menjadi sukses sebatas yang kita bisa.
..............dst bersambung.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar